Skip to main content

OTG [ orang tanpa gejala ] Depok Rawan Covid 19

Sungguh luar biasa pandemi covid 19 ini, dari segi kesehatan sudah banyak tenaga nakes berguguran termasuk dokter. Dari segi ekonomi juga sudah kacau balau, banyak usaha tutup seperti rumah makan toko-toko yang aktivitas ramai dipaksa tutup. Tak ketinggalan juga Swalayan, Mall dan Plaza terutama yang mengundang keramaian dipakasa tutup. Banyak di antara karyawan di rumahkan alias di PHK. Tak lupa juga pabrik-pabrik yang sulitnya bahan baku juga di tutup dan karyawannya banyak di PHK. Semoga semua dikuatkan.

OTG [ orang tanpa gejala ] Depok Rawan Covid 19
Foto dari sumber Group WA

Termasuk di Depok tempat tinggal saya kemaren ada berita di Poliklinik RSUD Depok 15 perawat terinfeksi positif corona, lalu RSUD mengambil kebijakan 14 hari ditutup. Sungguh miris apalagi kemaren tanggal 21/5/2020 adalah punack tertinggi penyebaran covid19 hampir 1000 kasus korona. Semoga kita terhindar dari penyakit ini Aamiin.

Namun tak dipungkiri menjelang lebaran seperti ini pasar-pasar makin rame di sekitaran depok mulai dari pasar kemiri, pasar depok lama, pasar cisalak, pasar musi, pasar citayam dan pasar pucung dan lainnya. Orang pada berbondong-bondong untuk membeli baju lebaran dan kebutuhan lebaran lainnya. Sepertinya sudah melupakan bahaya penyakit atau mungkin covid19 di ajak damai, entahlah...

Mungkin juga sama di sekitaran Jabodetabek lainnya tempat-tempat umum pasar dan lainnya sama ramai seperti Bekasi, Bogor, Jakarta, dan Tangerang. Bahkan kemaren teman info di kota tangerang mall depan di tutup, namun pintu belakang dibuka dan di dalamnya banyak orang pada beli kebutuhan lebaran.

Memang sudah menjadi tradisi tahunan, mungkin kalau sebagian orang sesering mungkin beli baju lebaran dalam satu tahun, untuk saat ini bisa menahan diri, namun bagi mereka yang hanya satu tahun sekali bisa membeli baju justru momen seperti ini adalah yang ditunggu. Sudah dipastikan mengabaikan bahaya yang mengancam. Semoga tetap sehat Aamiin.

Seperti kemaren di pasar Pucung dilakukan rapid tes covid 19 dari 600 orang yang terindikasi ada 35 orang kena, dan di antaranya OTG [ orang tanpa gejala ] ini yang sangat harus di waspada. Penyebaran masif dan cepat, namun sangat miris, orang tak perduli akan kesehatan tetap ngeyel berpergian padahal tak urgens amat kadang masi bisa ditunda.

Demikianlah ocehan pagi ini yang tak guna.... semoag menjadi pelajaran bagi kita semua..
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar
-->